Senin, 10 Februari 2014

Lengkeng Menyebalkan

Minggu pagi yang cerah, benar-benar cerah, lewatlah penjual benih tanaman keliling. Dia menawarkan beberapa benih, seperti rambutan, mangga berbagai varietas, dan yang menarik hati adalah lengkeng. Setelah tawar menawar yang cukup lama, dan mengambil hutang kepada istri, akhirnya jadilah saya membeli benih lengkeng tersebut. Penjual menjamin kualitas bibit lengkeng tersebut. Kita bersama menanam benih itu ke dalam lubang yang tepat berada di depan rumah. Dengan sangat meyakinkan dia berkata bahwa lengkeng tersebut akan cepat berbuah. Penjual itu kemudian pergi, dan bertenggerlah pohon lengkeng di depan rumah kami. Dua minggu kemudian, lengkeng itu kering dan mati, menyebalkan :(

Tidak ada komentar: